D a f t a r   D o n a t u r   B e n c a n a   E r u p s i   G u n u n g   K e l u d   y a n g   d i s a l u r k a n   o l e h   J A U S A N :   P R   G u d a n g   G a r a m   b a n t u a n   L o g i s t i k,   K o m u n i t a s   P e c i n t a   M o b i l :   L o g i s t i k,   A l i   A f l a h a  (BandoengNet)   S e b e s a r   $ 5   V i a   P a y p a l,   Y a y a s a n   N u r u l   H u d a   S i n g o s a r i,   A R E M A N I A,   M u k h l i s   A h a d i   S e b e s a r   $ 5   V i a   P a y p a l,   D H A M M A   T V   M a l a n g   (Terima Kasih semoga Tuhan YME membalas Para Donatur dengan kebaikan yang berlipat ganda).

Peringatan Dini : Tentang Banjir

Bencana yang terjadi di Indonesia yang paling sering terjadi menurut Data dan Informasi Bencana BNPB sejak tahun 1815 – 2012 adalah bencana banjir. Di berbagai media cetak (koran) maupun media elektronik (TV, radio, internet) banyak diberitakan musibah banjir yang menimpa saudara kita diberbagai daerah Indonesia. Banjir tersebut menghanyutkan dan menenggelamkan rumah, harta benda bahkan jiwa manusia. Banjir adalah keadaan dimana suatu daerah dalam keadaan tergenang oleh air dalam jumlah yang begitu besar. Sedangkan banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba yang disebabkan oleh karena tersumbatnya sungai maupun karena pengundulan hutan disepanjang sungai sehingga merusak rumah-rumah penduduk maupun menimbulkan korban jiwa.

Peringatan Dini
Waspada untuk wilayah yang berpotensi hujan lebat,berlaku tanggal 10 April - 12 April 2012, di: Aceh bagian Utara dan Barat, Riau bagian Timur, Sumatera Selatan bagian Selatan dan Timur, Lampung bagian Selatan dan Timur, Kalimantan Barat
bagian Selatan, Kalimantan Tengah bagian Timur dan Selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat bagian Selatan. Dan wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang / puting beliung, di : Jakarta bagian Selatan, Jawa Barat bagian Tengah dan Selatan, Pantai Utara Jawa bagian Timur, Jawa Timur bagian Timur, Kalimantan Timur bagian Utara, Sulawesi Tengah bagian Tengah dan Selatan, Sulawesi Selatan bagian Utara Maluku Tengah, Papua Barat bagian Timur dan Utara Papua bagian Utara dan Tengah.

Bencana banjir hampir setiap musim penghujan melanda Indonesia. Berdasarkan nilai kerugian dan frekuensi kejadian bencana banjir terlihat adanya peningkatan yang cukup berarti. Kejadian bencana banjir tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor alam berupa curah hujan yang diatas normal dan adanya pasang naik air laut. Disamping itu faktor ulah manusia juga berperan penting seperti penggunaan lahan yang tidak tepat (pemukiman di daerah bantaran sungai, di daerah resapan, penggundulan hutan, dan sebagainya), pembuangan sampah ke dalam sungai, pembangunan pemukiman di daerah dataran banjir dan sebagainya.

Kenali Penyebab Banjir
-          Curah hujan tinggi
-          Permukaan tanah lebih rendah dibandingkan muka air laut.
-          Terletak pada suatu cekungan yang dikelilingi perbukitan dengan pengaliran air keluar sempit.
-          Banyak pemukiman yang dibangun pada dataran sepanjang sungai.
-          Aliran sungai tidak lancar akibat banyaknya sampah serta bangunan di pinggir sungai.
-          Kurangnya tutupan lahan di daerah hulu sungai. 

Tindakan Untuk Mengurangi Dampak Banjir
-          Penataan daerah aliran sungai secara terpadu dan sesuai fungsi lahan.
-          Pembangunan sistem pemantauan dan peringatan dini pada bagian sungai yang sering menimbulkan banjir.
-          Tidak membangun rumah dan pemukiman di bantaran sungai serta daerah banjir.
-          Tidak membuang sampah ke dalam sungai. Mengadakan Program Pengerukan sungai.
-          Pemasangan pompa untuk daerah yang lebih rendah dari permukaan laut.
-          Program penghijauan daerah hulu sungai harus selalu dilaksanakan serta mengurangi aktifitas di bagian sungai rawan banjir.

Yang Harus Dilakukan Sebelum Banjir

Di Tingkat Warga :
-          Bersama aparat terkait dan pengurus RT/RW terdekat bersihkan lingkungan sekitar Anda, terutama pada saluran air atau selokan dari timbunan sampah.
-          Tentukan lokasi Posko Banjir yang tepat untuk mengungsi lengkap dengan fasilitas dapur umum dan MCK, berikut pasokan air bersih melalui koordinasi dengan aparat terkait, bersama pengurus RT/RW di lingkungan Anda.
-          Bersama pengurus RT/RW di lingkungan Anda, segera bentuk tim penanggulangan banjir di tingkat warga, seperti pengangkatan Penanggung Jawab Posko Banjir.
-          Koordinasikan melalui RT/RW, Dewan Kelurahan setempat, dan LSM untuk pengadaan tali, tambang, perahu karet dan pelampung guna evakuasi.
-          Pastikan pula peralatan komunikasi telah siap pakai, guna memudahkan mencari informasi, meminta bantuan atau melakukan konfirmasi. 

Di Tingkat Keluarga :
-          Simak informasi terkini melalui TV, radio atau peringatan Tim Warga tentang curah hujan dan posisi air pada pintu air.
-          Lengkapi dengan peralatan keselamatan seperti: radio baterai, senter, korek gas dan lilin, selimut, tikar, jas hujan, ban karet bila ada.
-          Siapkan bahan makanan mudah saji seperti mi instan, ikan asin, beras, makanan bayi, gula, kopi, teh dan persediaan air bersih.
-          Siapkan obat-obatan darurat seperti: oralit, anti diare, anti influenza.
-          Amankan dokumen penting seperti: akte kelahiran, kartu keluarga, buku tabungan, sertifikat dan benda-benda berharga dari jangkauan air dan tangan jahil.

Yang Harus Dilakukan Saat Banjir
-          Matikan aliran listrik di dalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik di wilayah yang terkena bencana,
-          Mengungsi ke daerah aman sedini mungkin saat genangan air masih memungkinkan untuk diseberangi.
-          Hindari berjalan di dekat saluran air untuk menghindari terseret arus banjir. Segera mengamankan barang-barang berharga ketempat yang lebih tinggi.
-          Jika air terus meninggi hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana seperti Kantor Kepala Desa, Lurah ataupun Camat. 

Yang Harus Dilakukan Setelah Banjir
-          Secepatnya membersihkan rumah, dimana lantai pada umumnya tertutup lumpur dan gunakan antiseptik untuk membunuh kuman penyakit.
-          Cari dan siapkan air bersih untuk menghindari terjangkitnya penyakit diare yang sering berjangkit setelah kejadian banjir.
-          Waspada terhadap kemungkinan binatang berbisa seperti ular dan lipan, atau binatang penyebar penyakit seperti tikus, kecoa, lalat, dan nyamuk.
-          Usahakan selalu waspada apabila kemungkinan terjadi banjir susulan. 

Sumber : Leaflet Set BAKORNAS

Artikel Berhubungan :



No comments:

Post a Comment

Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.